BANTUL — Dari total 12.737 pendaftar, ISI Yogyakarta hanya menerima 1.967 calon mahasiswa melalui berbagai jalur seleksi. Setelah proses registrasi ulang, jumlah mahasiswa baru yang resmi bergabung tercatat 1.899 orang.
Rektor ISI Yogyakarta Dr Irwandi mengatakan tingginya animo ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan seni di tengah disrupsi teknologi.
Rasio persaingan tahun ini cukup ketat. Dengan 12.737 pendaftar dan hanya 1.967 kursi yang tersedia, setiap kursi diperebutkan oleh lebih dari enam calon mahasiswa.
Irwandi menyampaikan hal tersebut dalam agenda Sidang Senat Terbuka dan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ISI Yogyakarta 2026 di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta, Kapanewon Sewon, Bantul, Rabu (19/8/2026).
Melihat tingginya jumlah pendaftar, pihak kampus berupaya menambah kapasitas penerimaan. "Kami sedang berusaha meningkatkan daya tampung," ujar Irwandi.
Langkah ini ditempuh agar lebih banyak peminat pendidikan seni mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi seni tertua dan terbesar di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan ISI Yogyakarta Dr Dewanto Sukistono merinci asal pendaftar. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mencatat 3.486 pendaftar, sementara Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi jalur terpadat dengan 5.656 pendaftar.
"Jalur mandiri ada sekitar 2.969 pendaftar," kata Dewanto.
Ia memastikan proses penerimaan mahasiswa baru melalui berbagai jalur seleksi tersebut berjalan lancar.
Kepada ribuan mahasiswa baru yang berhasil menyisihkan belasan ribu pendaftar, Irwandi berpesan agar kesempatan ini dijadikan amanah untuk bertumbuh. "Jadikan kesempatan ini sebagai amanah dan tantangan untuk bertumbuh, menghasilkan karya, serta menciptakan lapangan pekerjaan," pesannya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak terkotak pada satu disiplin ilmu. "Mahasiswa diharapkan siap menghadapi tantangan, tidak terkotak pada satu disiplin ilmu, mampu berkolaborasi, dan memiliki multikompetensi untuk menghadapi disrupsi," katanya.
Irwandi berharap ISI Yogyakarta mampu melahirkan generasi seniman dan insan kreatif yang membawa nama kampus, Indonesia, dan kebudayaan Nusantara ke tingkat dunia.