KULON PROGO — Bupati Agung Setyawan menegaskan bahwa PPID Award bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk terus berbenah. “Penghargaan ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, yakni pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan didukung partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Pada kategori kalurahan, penghargaan diberikan kepada lima desa dengan layanan informasi publik terbaik: Pengasih, Sendangsari, Tawangsari, Kebonharjo, dan Wijimulyo. Sementara untuk kategori kapanewon, diraih oleh Samigaluh, Sentolo, Pengasih, Panjatan, dan Wates.
Untuk kategori perangkat daerah, penghargaan diberikan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perdagangan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Ketua Komisi Informasi Daerah (KID) DIY Erniati yang hadir dalam acara tersebut berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh badan publik di Kulon Progo. “Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan informasi kepada masyarakat benar-benar berjalan dengan baik setiap hari,” kata Erniati.
Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi evaluasi keterbukaan informasi publik harus dibarengi dengan praktik nyata di lapangan, bukan sekadar administrasi sesaat.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Kulon Progo juga memberikan apresiasi atas capaian pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) semester pertama 2026. Bupati Agung Setyawan berharap sinergi antara transparansi informasi dan kepatuhan pajak terus ditingkatkan agar Kulon Progo semakin mandiri secara fiskal.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo Sudarmanto mengungkapkan, hingga pertengahan Juli 2026 realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai 71,29 persen atau sekitar Rp29 miliar dari target Rp41 miliar.
Lima kalurahan yang berhasil mencapai pelunasan PBB-P2 100 persen pada semester pertama adalah Kalurahan Kranggan, Gulurejo, Ngentakrejo, Kebonharjo, dan Brosot.
“Keberhasilan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesadaran pajak. Kami optimistis target pelunasan penuh dapat tercapai pada September mendatang,” kata Sudarmanto.