YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta resmi menutup babak kebersamaan dengan Fahreza Sudin. Gelandang serang yang baru direkrut pada musim 2025/2026 itu dilepas setelah kontribusinya dinilai maksimal oleh manajemen klub.
Sepanjang musim lalu, Fahreza tampil agresif di lini tengah PSIM. Ia mencatatkan dua gol dan dua assist dari 20 tembakan ke arah gawang lawan. Akurasi umpannya juga impresif: dari total 466 operan, sebanyak 380 di antaranya sukses mencapai sasaran.
Statistik itu menjadikannya salah satu motor serangan di bawah asuhan pelatih Jean-Paul van Gastel. Pemain asal Persita Tangerang itu dianggap memiliki etos kerja tinggi dan profesionalisme yang patut dihargai.
"Mewakili seluruh jajaran manajemen dan keluarga besar PSIM Jogja, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Fahreza Sudin atas profesionalisme, kerja keras, dan dedikasi luar biasa yang telah ia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram," ujar Steven Sunny dalam pernyataan resmi klub.
Steven menambahkan, meski kebersamaan harus berakhir, pihaknya sangat menghargai loyalitas yang diperlihatkan Fahreza. "Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Fahreza ke depannya. Semoga kesuksesan dan pencapaian gemilang selalu menyertai langkah Fahreza di pelabuhan karier yang baru," pungkasnya.
Kepergian Fahreza Sudin membuka ruang bagi manajemen untuk merombak komposisi pemain jelang musim baru. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai rencana perekrutan pemain anyar untuk menggantikan perannya di lini tengah.
Keputusan ini juga menjadi bagian dari evaluasi akhir musim yang dilakukan PSIM Yogyakarta setelah berlaga di BRI Super League 2025/2026.