SLEMAN — Manajemen PSS Sleman memastikan tidak akan memperpanjang masa bakti Muhammad Tahir untuk musim depan. Keputusan ini diumumkan klub melalui laman resminya, Senin, seiring rampungnya seluruh agenda kompetisi musim ini.
Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, menyampaikan apresiasi secara khusus kepada pemain berusia 33 tahun tersebut. “PSS Sleman mengucapkan terima kasih kepada Muhammad Tahir atas dedikasi dan kontribusi di lini pertahanan Super Elja sepanjang musim 2025/2026,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Muhammad Tahir didatangkan PSS Sleman dengan status pinjaman dari PSBS Biak pada awal musim 2025/2026. Selama satu musim, ia mencatatkan 12 penampilan di ajang Pegadaian Championship dengan total 870 menit bermain.
Kehadirannya di lini tengah menjadi bagian dari perjalanan Super Elja yang finis di peringkat kedua Pegadaian Championship 2025/2026. Hasil itu mengantarkan PSS Sleman kembali berkompetisi di BRI Super League musim depan.
Manajemen klub tidak hanya mencatat statistik, tetapi juga menghargai kontribusi non-teknis Tahir. “Pengalaman dan semangat juangnya menjadi bagian penting dalam perjalanan PSS kembali promosi ke Super League. Semoga sukses untuk perjalanan karier Tahir selanjutnya,” pungkas Yoni.
Pemain kelahiran Jayapura, Papua, itu kini menjadi pemain bebas transfer. Ia dapat mencari klub baru setelah masa peminjamannya dari PSBS Biak tidak dilanjutkan menjadi transfer permanen oleh PSS Sleman.
Kepergian Tahir menjadi salah satu indikasi bahwa PSS Sleman tengah melakukan perombakan skuad untuk menyambut kompetisi kasta tertinggi. Klub asal Sleman ini dipastikan akan berhadapan dengan tim-tim besar Indonesia pada musim 2026/2027.
Belum ada pernyataan resmi dari klub mengenai rencana perekrutan pemain baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Tahir. Publik sepak bola Sleman menunggu langkah manajemen dalam memperkuat tim untuk bertahan di Super League.