Pemkab Gunungkidul Mulai Optimalkan Aset Daerah Mangkrak, Gedung Serbaguna hingga Pasar Ikan di Ponjong Jadi Prioritas

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 21:29:31 WIB
Bupati Gunungkidul pimpin gotong-royong optimalisasi aset daerah yang mangkrak.

WONOSARI — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak lagi membiarkan aset daerah terbengkalai. Bupati Endah Subekti Kuntariningsih mengumumkan program optimalisasi aset yang dimulai dengan aksi gotong-royong pembersihan di sejumlah titik strategis.

Langkah pertama menyasar area gedung serbaguna yang dinilai menjadi ruang strategis atau gerbang utama menuju Kota Wonosari. Aset tersebut sebelumnya dikelola investor dan kini telah kembali sepenuhnya ke pangkuan pemerintah daerah.

“Aset itu kini telah kembali sepenuhnya ke pangkuan pemerintah daerah setelah sebelumnya dikelola oleh pihak investor,” kata Endah di Gunungkidul, Jumat.

Pusat Ekonomi Baru untuk UMKM

Pemkab Gunungkidul tidak hanya berhenti pada pembersihan fisik. Pemerintah daerah berencana memetakan seluruh aset berupa gedung dan fasilitas publik lainnya yang dinilai belum maksimal. Targetnya, aset-aset itu bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Gotong-royong akan kami adakan di aset lainnya yang selama ini belum terkelola secara maksimal,” ujar Endah.

Nasib Lahan Pasar Ikan di Umbul Ponjong

Salah satu aset yang masuk daftar prioritas adalah area di Umbul Ponjong. Lahan tersebut rencana awalnya akan dijadikan pasar ikan, namun hingga kini belum terealisasi dan terbengkalai. Pemkab berharap optimalisasi bisa membuka peluang baru.

“Harapannya muncul inspirasi dan peluang baru untuk menghidupkan kembali aset yang mangkrak agar membawa manfaat ekonomi bagi warga,” kata dia.

Mengikis Mental Peminta Lewat Gotong-Royong

Bupati Endah menekankan bahwa gotong-royong bukan sekadar bersih-bersih. Ia ingin membentuk mental masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah dan berusaha secara kolektif.

“Ini harus menjadi edukasi untuk warga kita agar tidak memiliki mental peminta,” katanya menjelaskan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah. Hasil optimalisasi nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top