Program ini menjawab keluhan guru yang kewalahan dengan tugas administratif. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dindikpora DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan pihaknya membuka pelatihan melalui bimbingan teknis (bimtek) dan layanan Mobile Learning Service (MLS).
"Anggarannya bisa dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) maupun bimtek mandiri anggaran dari pengundang," kata Suci di Yogyakarta, Kamis.
Materi yang disiapkan mencakup pemanfaatan AI untuk mengembangkan presentasi, hingga penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk gamifikasi yang menghasilkan Papan Interaktif Digital (PID).
CEO Pura Nusantara, Brian Tobing, menekankan bahwa AI berperan sebagai sistem akselerasi dalam tata kelola data sekolah. Menurutnya, urusan administratif menjadi titik hambat (bottleneck) yang menyita waktu mengajar.
"Biarkan sistem yang mempercepat itu, sehingga guru bisa kembali fokus pada tugas intinya, yaitu mendidik dengan hati untuk murid dan generasi masa depan," kata Brian.
Para peserta lokakarya juga mendapatkan akses gratis berupa subskripsi dan AI teaching power dari Microsoft Elevate.
Dindikpora DIY memastikan materi pelatihan akan terus diperbarui sesuai kebutuhan guru dan siswa. "Kemudian pemanfaatan AI untuk mengembangkan konten interaktif dan materi lain yang sesuai kebutuhan guru serta siswa serta kekinian," ujar Suci.
Langkah ini memastikan transformasi digital di sekolah tidak berhenti pada pengadaan perangkat keras, melainkan juga pada peningkatan kompetensi pengajar dalam mengelola teknologi.