DI YOGYAKARTA — Estadio Azteca bergemuruh saat Julian Quinones membuka keunggulan El Tri di babak pertama. Striker naturalisasi itu memanfaatkan umpang silang dari sayap kanan untuk menjebol gawang Bafana Bafana pada menit ke-28. Gol tersebut menjadi pelepas ketegangan bagi puluhan ribu suporter tuan rumah yang memadati tribun.
Babak kedua berjalan semakin panas. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, harus mengeluarkan tiga kartu merah—dua untuk Afrika Selatan dan satu untuk Meksiko—akibat pelanggaran keras dan protes berlebihan. Keputusan VAR juga beberapa kali menghentikan permainan, memicu kemarahan pemain dan staf pelatih kedua tim.
Santiago Gimenez memastikan kemenangan lewat gol keduanya di menit ke-74. Striker Feyenoord itu sukses menanduk bola dari sepak pojok yang tak mampu diantisipasi kiper Afrika Selatan. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membawa Meksiko memuncaki klasemen sementara Grup A dengan tiga poin. Satu tempat tersisa di grup ini masih diperebutkan oleh dua tim lain yang baru akan bertanding besok. Bagi Afrika Selatan, kekalahan perdana ini menjadi pukulan berat mengingat mereka harus menghadapi lawan-lawan tangguh di laga berikutnya.
Di pertandingan selanjutnya, El Tri dijadwalkan bertemu lawan dari Asia pada 18 Juni 2026. Sementara Afrika Selatan harus segera bangkit saat menghadapi wakil Eropa tiga hari kemudian.
Euforia kemenangan tak hanya terasa di dalam stadion. Jalanan di sekitar Mexico City dipenuhi suporter yang merayakan dengan kembang api dan nyanyian. Pesta rakyat ini menjadi pemandangan khas tuan rumah yang lama menanti gelaran Piala Dunia kembali ke tanah Aztec.
Pertandingan pembuka ini sekaligus menegaskan bahwa Meksiko siap menjadi kuda hitam di turnamen kali ini. Dengan dukungan suporter fanatik dan performa solid lini depan, El Tri punya modal berharga untuk melaju ke babak gugur.