YOGYAKARTA — Bambang Joko Sutarto menekankan bahwa keberhasilan perluasan cakupan perlindungan pekerja tidak hanya bergantung pada kualitas program, tetapi juga efektivitas penyampaian informasi ke masyarakat. "Bagi BPJS Ketenagakerjaan, media bukan sekadar saluran komunikasi, melainkan mitra strategis dalam membangun pemahaman masyarakat," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bambang didampingi Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan dan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Cahyaning Indriasari. Rombongan diterima jajaran direksi Harian Jogja, termasuk Direktur Keuangan, SDM, Umum dan Hukum Annisa Nurul Aini.
Pertemuan membahas peluang kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya bagi pekerja informal, pelaku UMKM, dan kelompok rentan. Bambang menyebut media bisa menyampaikan pesan perlindungan pekerja dengan bahasa yang lebih dekat dan sederhana.
"Masih banyak pekerja yang belum memahami bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan dasar, bukan sekadar kewajiban administratif," kata Bambang.
Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah melindungi 47,41 juta tenaga kerja, mencakup pekerja formal, informal, jasa konstruksi, dan pekerja migran Indonesia. Pada periode yang sama, lembaga itu membayarkan manfaat sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim.
Selain itu, beasiswa pendidikan senilai Rp260,9 miliar telah disalurkan kepada lebih dari 56 ribu anak peserta. Bambang mengatakan perlindungan ini bagian dari amanat konstitusi dan mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Dari sisi pengelolaan keuangan, BPJS Ketenagakerjaan mencatat dana investasi sebesar Rp912,76 triliun dengan hasil investasi mencapai Rp19,87 triliun. Bambang menegaskan capaian itu bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja dan keluarganya.
Meski begitu, tantangan perluasan perlindungan masih besar, terutama pada segmen pekerja rentan dan informal yang jumlahnya terus bertambah. Bambang berharap media terus menjadi mitra dalam mengedukasi masyarakat agar semakin banyak pekerja terdorong menjadi peserta.