Harga BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Dipastikan Tak Naik, Bahlil Sebut Perintah Langsung Prabowo

Penulis: Boyke Sihombing  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:46:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg tetap stabil tanpa kenaikan.

DI YOGYAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi dan LPG 3 kilogram. Keputusan ini, kata Bahlil, merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," jelas Bahlil saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6/2026).

Kenaikan BBM Nonsubsidi Berlisan Hari Ini

Pernyataan Bahlil ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik setelah PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, resmi menaikkan harga komoditas BBM nonsubsidi pada Rabu (10/6/2026) dini hari. Penyesuaian harga ini terjadi melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan lonjakan harga minyak mentah dunia dan nilai keekonomian pasar.

Berdasarkan data resmi Pertamina, kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax (RON 92) yang melonjak dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter untuk wilayah Jabodetabek. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Jaminan Stabilitas untuk Kelas Menengah ke Bawah

Meski harga lini produk Pertamax meroket, Bahlil menjamin kestabilan harga untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Harga BBM penugasan dan subsidi dipastikan tetap bertahan di angka semula.

Pertalite (RON 90) masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter. Begitu pula dengan LPG 3 kilogram yang tidak mengalami perubahan harga.

Acara Munas HIPMI yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto itu dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan ratusan pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Bahlil memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan kepastian kebijakan energi nasional di tengah gejolak harga minyak global.

Langkah Pertamina dan Koordinasi dengan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah selaku regulator. Mekanisme evaluasi berkala ini mempertimbangkan tren lonjakan harga minyak mentah dunia dan nilai keekonomian pasar.

Dengan adanya kepastian bahwa BBM subsidi dan LPG 3 kilogram tidak naik, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan stabilitas harga energi untuk kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi.

Reporter: Boyke Sihombing
Back to top