DI YOGYAKARTA — Bentley Motors resmi memperkenalkan pembaruan untuk sedan ultra-mewah Flying Spur model tahun 2027. Meski baru menjalani penyegaran dua tahun lalu, pabrikan asal Inggris ini kembali menyuntikkan perubahan pada sektor eksterior, termasuk lampu depan baru, bumper depan yang didesain ulang, serta ubahan pada lampu belakang dan tutup bagasi. Yang paling menarik, seluruh lini Flying Spur kini hanya tersedia sebagai plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) — tidak ada lagi varian mesin konvensional murni.
Untuk 2027, Bentley menambahkan varian S di antara jajaran Flying Spur. Trim ini hadir dengan detail styling lebih agresif dan suspensi adaptif yang disetel khusus untuk handling yang lebih tajam. Varian S menggunakan powertrain hybrid yang sama dengan varian dasar dan Azure, yakni kombinasi V8 4.0 liter twin-turbo dan satu motor listrik yang menghasilkan tenaga total 671 HP. Sementara itu, varian Speed dan Mulliner mendapat tenaga yang lebih besar, yakni 771 HP — setara dengan Continental GT Speed.
Tenaga besar itu disalurkan ke keempat roda melalui transmisi otomatis dual-clutch delapan percepatan. Hasil tes Car and Driver mencatat Flying Spur Speed mampu melesat dari 0 ke 60 mil per jam (sekitar 97 km/jam) dalam 3,0 detik. Angka ini sedikit lebih lambat dari Continental GT coupe, namun masih tergolong luar biasa untuk sedan besar seberat Flying Spur. Sistem hybrid memang bertenaga, namun kadang muncul getaran halus saat mesin V8 menyala untuk membantu motor listrik — sesuatu yang masih bisa dihaluskan lagi oleh Bentley.
Baterai onboard Flying Spur diklaim mampu memberikan jarak tempuh murni listrik hingga 30 mil (sekitar 48 km) berdasarkan estimasi EPA. Dengan charger 11 kW standar, baterai dapat diisi dari kosong hingga penuh dalam waktu kurang dari tiga jam pada koneksi yang sesuai. Konsumsi bahan bakar saat mesin V8 bekerja diperkirakan mencapai 17 mpg di kota (setara 7,2 km/liter) dan 22 mpg di jalan tol (9,4 km/liter). Angka ini tidak lebih baik dari pesaing utamanya, Rolls-Royce Ghost, namun untuk pembeli di kelas ini, efisiensi bukan prioritas utama.
Di dalam, Flying Spur tetap mempertahankan perpaduan kemewahan klasik dan teknologi modern. Layar tajam berpadu dengan trim kayu indah dan jok kulit beraroma khas. Kursi terbaik menurut Bentley justru ada di depan, karena karakter mobil ini lebih condong ke sport-sedan. Namun, kursi belakang juga tidak kalah mewah dengan tersedianya bantal pijat dan meja lipat dari kayu. Bagi yang tidak membutuhkan kursi belakang, Bentley menyarankan untuk mempertimbangkan Continental GT dua pintu yang menawarkan performa serupa dengan gaya coupe atau convertible.
Untuk 2027, Bentley juga menghadirkan Virtuoso Collection dengan tiga tema warna unik: Soprano, Tenor, dan Bass. Setiap tema dilengkapi sistem audio Naim for Mulliner dengan 21 speaker. Selain itu, warna baru Dark Teal juga tersedia di daftar opsi. Seperti biasa, program personalisasi Mulliner memungkinkan pemilik memilih dari ribuan kombinasi warna eksterior, jenis kayu, kulit, dan aksen logam. Harga resmi untuk Indonesia belum diumumkan, namun mengingat posisinya sebagai pesaing Rolls-Royce Ghost, banderolnya dipastikan akan sangat tinggi.