Ferrari EV Pertama Terbangun dari Badai Kritik, Pesanan Mengalir Sampai Akhir 2027

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 01:10:01 WIB
Ferrari Luce, EV pertama Ferrari, mulai menerima pesanan hingga akhir 2027.

DI YOGYAKARTA — Vigna mengonfirmasi bahwa pelanggan lama dan baru sudah mulai memesan Ferrari Luce yang dibanderol mulai 640.000 dolar AS atau sekitar Rp 10,2 miliar. Pernyataan ini menjadi data pertama yang menunjukkan respons pasar terhadap mobil listrik pertama Ferrari sejak diperkenalkan di Roma pekan lalu.

Kritik Pedas dari Mantan Bos Ferrari hingga Netizen

Peluncuran Luce tidak berjalan mulus. Saham Ferrari (RACE) langsung terjun hingga 8 persen dalam beberapa hari setelah acara, menghapus miliaran dolar kapitalisasi pasar. Kritik desain mengalir deras di media sosial, dengan perbandingan mulai dari Honda Accord hingga pemanggang roti mewah.

Bahkan mantan chairman Ferrari, Luca di Montezemolo, angkat bicara. "Setidaknya cabut kuda jingkraknya," ujarnya kepada media Italia. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini juga ikut mengomentari harga yang disebutnya "sangat mahal."

Spek Gila di Balik Desain Kontroversial

Di balik badan yang memicu perdebatan, Ferrari menyematkan teknologi yang sulit ditandingi. Luce adalah mobil lima kursi, empat pintu dengan tenaga 1.050 hp dari empat motor listrik. Arsitektur 800V-nya menjanjikan jarak tempuh 530 km WLTP. Platform listrik ini disebut Vigna sebagai hasil kerja lima tahun.

Ferrari menggunakan motor turunan F80 di setiap roda dengan torque vectoring independen, suspensi aktif tanpa anti-roll bar, serta rear-wheel steering. Pusat gravitasi mobil ini 95 mm lebih rendah dari Purosangue. Vigna menyebut Luce harus dikendarai untuk dipahami sepenuhnya.

Pola yang Sama dengan Mustang Mach-E

Pola kemarahan internet yang diikuti lonjakan pesanan ini bukan hal baru. Saat Ford meluncurkan Mustang Mach-E pada 2019, reaksi dari penggemar setia sama brutalnya. Nyatanya, Mach-E justru mampu mengalahkan penjualan Mustang bermesin bensin. Vigna tampaknya sadar bahwa kebisingan di dunia maya adalah prediktor buruk untuk performa penjualan riil.

Pesanan Membludak, Tapi Ada Catatan Penting

Pesanan yang menjangkau hingga akhir 2027 untuk mobil yang baru mulai dikirim Oktober 2026 menunjukkan bahwa basis pelanggan yang benar-benar menulis cek jauh lebih reseptif dibandingkan perdebatan di kolom komentar. Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Di ekosistem Ferrari, membeli model baru—terutama yang kontroversial—sering menjadi tiket untuk masuk ke antrean edisi terbatas paling eksklusif. Sistem alokasi Ferrari terkenal selektif, mengutamakan kolektor VIP dengan histori pembelian panjang. Sebagian pesanan Luce bisa jadi adalah strategi mengamankan posisi untuk hypercar undangan berikutnya, bukan ekspresi antusiasme murni terhadap sedan listrik seharga Rp 10 miliar.

Masa Depan Elektrifikasi Ferrari di Tangan Luce

Data pesanan ini memberi Vigna ruang bernapas untuk melanjutkan program elektrifikasinya. Risiko terbesar setelah saham jatuh bukanlah kegagalan komersial Luce—Ferrari selalu menjual habis semua yang diproduksi—tetapi kekhawatiran bahwa reaksi negatif akan membuat pimpinan ragu pada investasi EV, tepat ketika Porsche dan Lamborghini mulai mundur dari program listrik mereka.

Apakah para kolektor itu akan berubah pikiran setelah merasakan 1.050 hp dan sistem Torque Shift Engagement di jalan pegunungan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi satu hal pasti: Ferrari sudah mengamankan posisi untuk terus berinvestasi pada platform listrik paling canggih yang pernah mereka buat.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top