DI YOGYAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian di Istana Kepresidenan Jakarta. Rektor Institut Pertanian Bogor itu kini mendampingi Muhammad Saleh Mustafa yang sudah lebih dulu menempati posisi serupa.
Paragraf pembuka: Alim Setiawan Slamet bukan nama baru di lingkungan IPB. Sebelum dipanggil ke Istana, ia menakhodai kampus pertanian terbesar di Indonesia itu sebagai rektor. Pelantikannya berlangsung bersamaan dengan sejumlah pejabat negara lain yang juga diambil sumpahnya oleh Presiden Prabowo.
Jejak Karier yang Tak Pernah Jauh dari IPB
Sepanjang perjalanan kariernya, Alim hampir selalu berada di lingkungan IPB. Ia pernah menjabat Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir pada 2018-2022. Sebelumnya, ia dipercaya sebagai Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada 2013-2014.
Jabatan lain yang pernah diembannya adalah Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur pada 2022-2025. Ia juga tercatat sebagai Asisten Rektor IPB pada 2007-2012 serta bertugas di Komisi Kemahasiswaan, Departemen Manajemen, FEM pada 2008-2013.
Selain meniti karier struktural, Alim aktif di sejumlah organisasi profesional. Namanya tercatat sebagai anggota The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015 hingga sekarang, serta Forum Manajemen Indonesia sejak 2017.
Bergabung di Tengah Dinamika Sektor Pertanian
Masuknya Alim ke Kementerian Pertanian menambah kekuatan jajaran pimpinan di kementerian yang menangani pangan nasional. Ia akan bekerja bersama Muhammad Saleh Mustafa yang lebih dulu menduduki kursi Wakil Menteri Pertanian.
Latar belakang akademik Alim di bidang pertanian dan manajemen dinilai relevan dengan tantangan sektor pangan saat ini. Isu swasembada pangan, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan petani menjadi pekerjaan rumah yang menanti di kementerian tersebut.
Karier di Dunia Kampus dan Organisasi Profesional
Perjalanan panjang Alim di IPB membuatnya memahami betul ekosistem pertanian dari sisi pendidikan dan riset. Pengalaman memimpin bidang resiliensi sumberdaya dan infrastruktur turut membekalinya dengan kemampuan manajerial yang dibutuhkan di pemerintahan.
Keanggotaannya di organisasi internasional bidang pemasaran pertanian juga menjadi nilai tambah. Jaringan itu bisa dimanfaatkan untuk membuka akses pasar produk pertanian Indonesia ke mancanegara.
Penutup: Pelantikan Alim menandai masuknya kalangan akademisi ke jajaran Kementerian Pertanian. Publik kini menantikan langkah konkretnya dalam memperkuat sektor pangan nasional bersama Muhammad Saleh Mustafa.