Menkomdigi Meutya Lantik KPI Pusat 2026–2029, Titip Tiga Prioritas Siaran

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:06:31 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid melantik anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2029 di Yogyakarta.

DI YOGYAKARTA — Meutya mengingatkan anggota KPI yang baru dilantik agar tidak kehilangan kompas utama sebagai wakil publik. Menurut dia, tugas KPI kini semakin berat karena ekosistem penyiaran menghadapi tantangan kompleks seiring perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

"Keberagaman isi siaran harus jadi pondasi utama, selaras dengan semangat bangsa ini yang memang Bhinneka Tunggal Ika," kata Meutya dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu.

Tiga Prioritas yang Dititipkan ke Anggota KPI Baru

Meutya menyampaikan tiga prioritas yang harus dijalankan KPI selama tiga tahun ke depan. Pertama, memperkuat standar kualitas penyiaran. Kedua, meningkatkan pengawasan dan tindak lanjut pengaduan masyarakat. Ketiga, memperluas partisipasi publik.

Mantan Ketua Komisi I DPR itu juga meminta KPI mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap lembaga penyiaran, bukan sekadar menjatuhkan sanksi. "KPI juga harus melakukan pembinaan pada ekosistem penyiaran agar hadir ke tengah masyarakat secara sehat dan berkualitas," ujarnya.

Meutya menegaskan amanat Undang-Undang Penyiaran harus tetap dijaga, khususnya dalam hal keberagaman konten dan kepemilikan media. Wajah masyarakat Indonesia yang majemuk, kata dia, harus tercermin dalam isi siaran.

Komitmen KPI Perkuat Ekosistem Penyiaran Nasional

Ketua KPI Pusat Muhammad Hasrul Hasan menyatakan pihaknya akan menjadikan lembaga tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden, terutama dalam memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Hasrul menekankan KPI akan terus mendorong lembaga penyiaran menjadi rujukan masyarakat untuk memperoleh informasi, hiburan, sekaligus media pendidikan. "Karena itu, kualitas isi siaran harus terus diperbaiki agar semakin sehat, berkualitas, mencerdaskan, dan berpihak pada kepentingan publik," ujarnya.

Ia mengakui pembenahan ekosistem penyiaran tidak bisa dilakukan KPI sendiri. Karena itu, sinergi dengan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat akan menjadi kunci. "KPI akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan penyiaran, termasuk juga masyarakat, agar mimpi menghadirkan ekosistem penyiaran yang berkualitas dan mendukung demokrasi yang sehat dapat terwujud," pungkas Hasrul.

Meutya memastikan pemerintah siap bekerja sama dengan KPI dalam membenahi kualitas siaran nasional. "Kehadiran jajaran pimpinan Kemkomdigi saat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk bersama KPI membenahi kualitas siaran di tanah air," kata dia.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top